Penulis : Evi Susanti Syam (Arun’94)

 

Kala Kemesraan Itu Tak Akan Berlalu

Catatan Reuni Perak

Medan, 20 April 2019

Evi Susanti Syam

“Saya  sangat terharu diundang di acara ini apalagi setelah 25 tahun tidak pernah berjumpa dengan para alumni 94 yang telah tersebar di berbagai propinsi”, ujar ibu Yunita, guru mata pelajaran bahasa Inggris yang juga pernah menjabat sebagai wali kelas 3 A2 (IPA).

https://www.youtube.com/watch?v=QVWDF72Kydg

Matahari bersinar garang, kota Medan terasa panas dan kering. Tampak dari kejauhan lalu lalang para alumni yang mulai berdatangan ke sebuah hotel di kawasan jalan Merak, Sunggal dengan memakai kaos putih kombinasi oranye . Temu kangen, peluk cium, saling berbagi cerita dan foto bareng tak terelakkan. Pojok selfie dengan latar belakang standing banner yang bertuliskan Reuni Perak Aruners 94-celebrating lifetime of friendship seakan-akan menjadi tempat favorit para pencinta foto yang tak pernah sepi.  Acara pun dibuka oleh Hidayat Nuh Ghazali mewakili teman-teman alumni dengan khidmat.

https://www.youtube.com/watch?v=01KYuilnmEg

Lagu Tamansiswa dinyanyikan usai menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Dahulu pada saat masih bersekolah saban hari Senin kami selalu menyanyikannya pada saat upacara bendera. Banyak yang sudah lupa lirik lagu tak terkecuali saya. Untung ada slide projector yang menampilkan bait per bait lagu ini dengan irama lambat. Kami bersekolah di Yayasan Pendidikan Tamansiswa yang didirikan oleh Ki Hajar Dewantara, dengan nama SMA Tamansiswa Arun, Lhokseumawe, Aceh.

https://www.youtube.com/watch?v=xNLX93lbch4

Maklum kami merupakan anak-anak dari para pegawai PT.Arun. PT.Arun Natural Gas Liquefaction atau lebih dikenal dengan PT.Arun NGL adalah anak perusahaan dari Pertamina yang merupakan  perusahaan penghasil gas alam cair Indonesia. Pada tahun 1990-an, kilang Arun merupakan salah satu perusahaan penghasil natural gas liquefaction  terbesar di dunia. Seiring dengan sejalannya waktu cadangan gas alam cair semakin menipis di tahun 2015. Dahulu kami sekeluarga mendiami rumah di jalan Balikpapan nomor 118 sebelum bapak saya pensiun di tahun 1998 dan sekarang berdomisili di Medan.

Suasana semakin panas dan segar dengan tampilan Senam Kesegaran Jasmani (SKJ) edisi tahun 1988. Entah darimana panitia mendapatkan video jadul ini, gerakan senam dari low impact menuju high impact dengan gerakan lompat-lompat di tempat, bertepuk tangan disertai teriakan kecil huu…huu. “Asyikkk….lompat lagi 1, 2, 3…..”, teriakan peserta laki-laki dari arah belakang.

https://www.youtube.com/watch?v=_KcGWs-oVqY

Vera Noventa dalam sambutannya sangat senang sekali bisa berkumpul dengan teman-teman 94 dan guru-guru. Perempuan yang telah 16 tahun bermukim di Florida, Amerika Serikat ini rela jauh-jauh hari memohon izin cuti dari tempatnya bekerja di Promise Land Ministries. Hal yang sama juga dirasakan oleh Lukito Indarto yang hadir seorang diri tanpa memboyong istri dan dua anaknya yang tinggal di Brunei Darussalam.

Giat Menabung

Lahir dan tumbuh di lingkungan yang sama membuat kami semakin dekat dan akrab. Banyak dibentuknya komunitas arisan Aruners lintas angkatan atau pun arisan per angkatan di tiap propinsi, kemudian kunjungan jika ada anggota yang kemalangan dan melahirkan anak. Perikatan itu semakin erat karena silaturrahmi itu indah.

Sejak dicetuskan perhelatan reuni perak ini akan diadakan pada tanggal 20 April 2019 dengan menunjuk Sarman Zakaria Pohan sebagai ketua pelaksana dan kota Medan sebagai tuan rumah, kami jadi giat menabung. Ada keinginan dan ambisi yang menggebu-gebu dari diri untuk ikut serta merayakan 25 tahun kebersamaan ini. Saya pribadi sangat antusias ketika mendengar akan adanya acara ini. Segala macam upaya hingga masalah izin anak dari sekolah pun dilakukan karena berkeinginan pergi ke Medan ingin sekalian melihat orang tua saya yang sudah tua dan sakit-sakitan. Apa daya perizinan anak tertua saya yang mondok di pesantren gagal karena harus menghadapi ujian lisan yang diadakan pihak sekolahnya. Dengan doa dan keyakinan saya tetap berangkat dengan menumpang bus Banda Aceh – Medan dengan menggendong si kecil yang masih berusia 1 tahun 10 bulan.

 

 

“Persiapan panitia sekitar lebih kurang 6 bulan. Bersyukur sekali teman-teman dan guru-guru dapat hadir di acara ini. Ada sekitar 70 orang dari berbagai propinsi di Indonesia dan juga negara lain yang ikut serta dalam reuni perak serta dapat memberikan tali asih kepada para guru yang telah mendidik kita”, kata Lia Triana yang didampingi Fronica Patricia yang bertindak sebagai koordinator wilayah Jakarta, usai acara durian party sebagai akhir dari rangkaian acara yang digelar hingga malam.

Dan dari Jakarta beberapa alumni Arun’94 mengungkapkan kesan-kesannya selama reuni Perak

https://www.youtube.com/watch?v=xkJAnsOGPRs

https://www.youtube.com/watch?v=GFadHI02zcs

https://www.youtube.com/watch?v=wQIS2ijul8o

 

Kemesraan ini…

Janganlah cepat berlalu….

Kemesraan ini….

Ingin kukenang selalu….

+++++

Penulis:

Evi Susanti Syam;

Ibu Rumah tangga, 3 anak. Alumni 94 sekarang berdomisili di Banda Aceh

 

Film: koleksi Arun’94 (Youtube channel : https://www.youtube.com/channel/UCZtstVFUpmk7faWmprpf_4w)

#ArtikelReuniPerak

#ReuniPerakArun94
#Medan20April2019
#FilmArun94

#EviSusantiSyamArun94