Fakhri mencintai bidang kesenian sejak dulu, dimulai dengan hobby menggambar, memainkan alat musik, khususnya alat musik gitar, pernah mendalami bidang sulap secara serius.

Menurut saya photography adalah seni melihat, seni merangkai gambar, dan seni dalam bermain cahaya. Tak ada aturan baku itu, semua muncul dari Feel & Taste.

Photography bukanlah hal baru untuk Fakhri. Sejak kecil Fakhri sudah sering melihat kamera milik ayahnya dari mulai kamera analog hingga kamera digital. Menyukai foto ketika duduk di bangku SMA dengan menggunakan kamera pockethingga kuliah.

Pada awalnya bagi saya, fotografi tidaklah lebih dari sekedar hobi. Tahun 2008 saya dibelikan oleh pacar saya (sekarang istri) kamera pocket Casio Exilim. Berawal dari kamera pocket tersebut, semangat saya untuk merekam setiap momen apapun itu kini mulai terasah dari kamera pocket ini. Tidak puas dengan hasil kamera tersebut, Saya menggantinya dengan kamera Nikon Coolpix P5100. Dengan kamera ini saya banyak belajar dan merasa cocok dengan kamera Nikon. Keinginan untuk meningkatkan kualitas hasil foto akhirnya saya membeli kamera DSLR pertama saya, Nikon D5000 pada tahun 2010.

Tak seperti yang saya bayangkan, ternyata dengan kamera DSLR untuk mendapatkan hasil foto yang baik merupakan tantangan untuk saya ketika itu. Tak ada tempat bertanya menjadi kendala saya untuk berkembang secara teknis. Tidak mau menyerah begitu saja, saya memutuskan untuk mulai belajar dengan melihat di internet dan membeli majalah atau buku-buku mengenai fotografi baik fotografer dalam negeri maupun luar negeri untuk meningkatkan kemampuan teknis maupun visual saya dalam fotografi.

Bakat fotografi saya perlahan mulai terasah, namun membutuhkan waktu yang lama untuk menemukan jati diri dalam menentukan arah photography yang saya kehendaki. Saya mencintai foto pemandangan alamdengan waktu terbaiknya, saat terbitnya matahari dan tenggelamnya matahari. Karena pada saat itulah, langit dan alam akan mengeluarkan warna yang begitu indah dan dramatis. Mengambil gambar di alam bebas merupakan hal yang sangat saya sukai.

Memenangkan beberapa lomba foto, adalah salah satu langkah untuk menambah atau meng-upgrade alat keperluan fotografi saya. Selain itu saya juga menjadi Freelance Photographer yang dipercaya untuk meliput event yang dilakukan oleh perusahaan lokal maupun internasional.

“Sifat perfeksionis dalam beberapa hal menjadi suatu kelebihan maupun kekurangan dalam dirinya. Tak terbayangkan apabila satu hari tanpa kopi hitam dengan sedikit gula di cangkir yang selalu menjadi temannya. Sajian bumbu berkuah kuning dari sate padang menjadi semangat beraktifitas. Tak hanya itu, aroma rempah dari mie goreng Aceh tak lupa pula menjadi tujuan untuk dicicipi apabila berkunjung ke setiap daerah yang ia kunjungi,” ujar Fakhri ayah dari 2 orang putri yang cantik.

Namun kini menjadi seorang Professional Photographer menjadi impian saya, Saya akan terus meningktakan kemampuan teknis fotografi saya agar medapatkan hasil terbaik untuk saya pribadi dan client.

 

Source : www.fakhrianindita.com