Suatu ketika gelas dari tanah liat begitu kagum dengan keindahan cangkir keramik, dia sering memuji keindahan cangkir keramik.


Gelas tanah liat, “kamu sangat indah sekali aku ingin bisa sepertimu.”
Cangkir keramik, “banyak benda lain yang memujiku, tapi taukah kalian bagai mana prosesku untuk bisa menjadi indah seperti ini?”

Cangkir keramik pun bercerita,
Kita dulunya sama, namun aku dibentuk seindah mungkin lalu aku di keringkan dan yang membuat aku tersiksa setelah dikeringkan aku dimasukkan dalam tembikar dan dibakar dengan suhu yang sangat panas panasnya mencapai 900C, aku teriak memohon agar manusia mau mengeluarkanku, namun mereka tidak menggubris sedikitpun, aku tersiksa sekali, didalam sangat pengap panas. Pada waktu itu aku sudah tidak sanggup lagi sampai aku menangis.

Gelas tanah liatpun berkata, “kami salut dengan mu, kamu telah melalui proses yang cukup berat dan menyakitkan, sekarang kamu menjadi sangat indah dan mahal dibanding kami.”

“Proses perjalanan hidup yang begitu berat dan menyakitkan lah yang menempa kita, sehingga kita bisa menjadi lebih baik.”

 

Sumber : cerita114.blogspot.ae
Gambar : pamono.com